DomaiNesia
ADVERTISEMENT

Pemetaan Wilayah Adat Pelalawan, Menuju Pembelaan Hak-Hak Adat Secara Legal Formal

PELALAWAN – Di tengah 50 bathin dan Pimpinan Kerapatan Adat LAM Riau – Pelalawan, Jikalahari menjadi salah satu pembicara materi dengan tajuk “Pemetaan Wilayah Adat Pelalawan, Menuju Pembelaan Hak-Hak Adat Secara Legal Formal,” di Balairung Balai Adat Datuk Bandar Setia Diraja, 4 April 2021 lalu.

Info grafis

Jikalahari mengusulkan empat hal yang dapat dilakukan para datuk dan batin yang hadir dalam diskuai di LAM Riau Kabupaten Pelalawan tersebut.

Pertama, LAM Pelalawan membentuk Pokja khusus untuk menyiapkan Ranperda “Pengukuhan Masyarakat Adat” Pelalawan sebagai wujud putusan MK No 35/PUU-X/2012.

Kedua, LAM Pelalawan perlu segera mengusulkan revisi Peraturan Menteri LHK No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang jenis Tumbuhan Satwa yang Dilindungi untuk memasukan pohon sialang dan tanaman adat bernilai marwah dan ekonomi. Ini perlu dilakukan agar kelak, PT Arara Abadi dan perusahaan di Pelalawan tak lagi menebang pohon adat sembarangan.

Ketiga, para batin melakukan pemetaan wilayah adat yang dikoordinir LAM Pelalawan yang sebagai peta indikatif wilayah adat Pelalawan.

Keempat, terkait Perda RTRWP Riau 2018-2038 yang hanya alokasikan 470 ha hutan adat, segera ajukan usulan hutan. Karena saat ini DPRD Riau bersama Pemprov Riau sedang melakukan revisi Perda RTRWP Riau paska MA mengabulkan gugatan Judicial riview Jikalahari dan Walhi.

DomaiNesia
ADVERTISEMENT
DomaiNesia
ADVERTISEMENT

TERPOPULER

Berita Terbaru

Berita Lainnya

%d blogger menyukai ini: