DomaiNesia
ADVERTISEMENT

Ranperda Sempat Mandek, Ketua LAMR Pelalawan Gandeng Jikalahari

PELALAWAN – Konflik antara masyarakat adat dengan corporasi, baik HTI maupun HGU didaerah Pelalawan kerap terulang. menurut koordinator jaringan kerja penyelamat hutan riau (Jikalahari), Made Ali disebuah forum diskusi dengan tokoh adat lembaga adat melayu riau Pelalawan (LAMR Pelalawan) pada Minggu siang (4/4/2021) di gedung balai adat mengatakan disebabkan belum adanya peraturan daerah (Perda) yang mengakui kedudukan dan pengukuhan masyarakat hukum adat.

“Regulasi soal hukum adat belum ada, tidak heran Pokok Sialang ditebang perusahaan, lahan adat digarap perusahaan,” kata Made Ali kepada persadariau.com saat berbincang usai acara percepatan penyusunan Ranperda pengakuan dan pengukuhan masyarakat hukum adat.

Menurutnya masyarakat adat melalui LAMR Pelalawan bisa mendorong penerbitan Perda kepada pemerintah daerah untuk menjamin kedudukan masyarakat dan hukum adat yang selama ini terkesan tidak dihargai oleh pihak corporasi yang menggarap sumber daya alam (SDA) daerah yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Made juga menyampaikan bahwa bupati terpilih merespon baik terkait lingkungan dan pengakuan masyarakat adat.

“Sejauh komunikasi kami dengan Bupati sekarang, dia komitmen dengan lingkungan, kalau leading sektornya Bupati, ini akan cepat terlaksana pak,” jelasnya menyemangati tokoh Bathin yang hadir dalam acara tersebut.

Pengakuan ketua LAMR Pelalawan, datuk tengku Zulmizan mengenai upaya pembuatan Perda masyarakat adat cukup mengejutkan. Pasalnya hal tersebut sudah pernah diupayakan pada masa kepemerintahan sebelum H. Zukri memimpin. namun usaha tersebut terhenti tanpa ada kejelasan.

“Ranperda ini sudah dibahas oleh DPRD Pelalawan periode lalu, tapi tidak jelas tindak lanjutnya. Tapi sudah kembali dikomunikasikan dengan DPRD dan Buapti/wakil Bupati terpilih supaya agar segera diagendakan lagi setelah bupati terpilih dilantik,” jelas Tengku Zulmizan.

 

 

DomaiNesia
ADVERTISEMENT
DomaiNesia
ADVERTISEMENT

TERPOPULER

Berita Terbaru

Berita Lainnya

%d blogger menyukai ini: