DomaiNesia
ADVERTISEMENT

Inovasi Cerdas Kajari Pelalawan, Angkat Nilai Budaya Lokal Dan Ekonomi

PELALAWAN – Kejaksaan negeri Pelalawan (Kejari) melalui ikatan Adiyaksa Dharma Karini bentuk Komunitas Binaan yang terdiri dari 21 ibu-ibu rumah tangga yang nantinya diharapkan mampu menjaga budaya lokal serta meningkatkan perekonomian.

Inovasi kreatif yang digagas oleh Kepala Kejaksaan negeri Pelalawan, Nophy. T. South dalam membangun perekonomian masyarakat lokal dengan memberikan latihan menenun Songket dan Tanjak khas daerah Pelalawan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan itu difokuskan pada pembekalan latihan dasar menenun kepada ibu-ibu yang dimentori oleh seorang ahli tenun dari ibu kota provinsi Riau, Pekanbaru.

“Kegiatan ini dibawah Binaan ibu-ibu Adiyaksa Dharma Karini kab. Pelalawan, disituasi wabah Covid-19 seperti ini sangat berdampak pada ekonomi secara keseluruhan, dengan kegiatan pelatihan tenun ini kita harapkan bisa membantu perekonomian masyarakat setempat,” ujar Nophy. T. South., SH, MH , Jum’at (4/9).

Ada 4 unit alat tenun yang terdiri dari dua unit alat tenun dasar dan dua unit lagi merupakan alat tenun pembentukan pola bakal. Keempat alat tenun tersebut difasilitasi pihak kejaksaan sekaligus menyediakan satu orang pengajar untuk dua pekan mendatang.

“Semuanya ada 4 unit alat tenun kita fasilitasi untuk 21 orang ibu-ibu, setelah mahir nantinya bis memproduksi Tanjak maupun songket khas Melayu,” ujar Nophy membeberkan.

Pihak kejaksaan dalam hal ini juga menggandeng BPJS ketenagakerjaan kab. Pelalawan untuk mengcover keselamatan bekerja sebanyak 21 orang tersebut selama satu bulan mendatang.

Kepala cabang BPJS ketenagakerjaan, Deni Pane mengiyakan saat ditanyakan adanya keterlibatan kerjasama dengan pihak kejaksaan negeri Pelalawan dalam mensukseskan program binaan IAD daerah Pelalawan tersebut.

“Ia bang benar.., kita mengcover BPJS ketenagakerjaan para ibu-ibu yang ikut pelatihan tenun selama satu bulan,” kata Deni Pane selaku Kacab. BPJS ketenagakerjaan pelalawan, Jum’at (4/9).

Salah seorang peserta,ibu paruh baya yang berdomisili tidak jauh dari lokasi pelatihan tersebut mengaku senang dan berharap bisa mahir dalam hal penenunan yang dibina Kejaksaan pelalawan.

“Seneng banget mas, sayakan sudah tua ya, harapan saya sih saya bisa buatkan songket untuk cucu saya kenang-kenangan neneknya,” ujar ibu bernama Katinem tersebut kepada Persada Riau.com.

DomaiNesia
ADVERTISEMENT
DomaiNesia
ADVERTISEMENT

TERPOPULER

Berita Terbaru

Berita Lainnya

%d blogger menyukai ini: